Deviant Login Shop  Join deviantART for FREE Take the Tour
×

More from deviantART



Details

Submitted on
October 2, 2012
File Size
10.0 KB
Submitted with
Sta.sh
Mature Content
Yes
Link
Thumb

Stats

Views
236
Favourites
1 (who?)
Comments
0
×
Mature Content Filter is On
(Contains: violence/gore and strong language)
...........................................................

Kepalaku terasa berat.. Ini bukan pertama kali aku tertidur saat menelpon gebetanku. Namun kini aku benar-benar kebingungan. Aku ada dimana? Kenapa kamarku jadi seperti ini? Siapa yang membawaku kesini? Dan yang lebih penting, DIMANA PONSELKU?!
Aku kini berada di tempat yang entah berada dimana. Seisi kamar ini ketinggalan jaman, lima atau enam dekade mungkin. Aku berada di rumah orang lain, pikirku. Namun otakku masih terlalu lambat untuk memikirkan dimana aku dan apa yang kulakukan disini.
Pusing, efek radiasi yang dipancarkan ponsel, sering terjadi padaku ketika tertidur saat menelpon. Namun ini ditambah dengan rasa bingung. Aku kini duduk tegak sambil jelalatan mengamati isi kamar. Gila, pikirku. mana ada sih jaman sekarang kamar jadul gini?

...........................................................

HELL! Disaat kaya gini kebelet pup lagi! Konsen aja belum, panggilan alam sudah..
Aku buru-buru bangun dari kasur kapuk yang digelar di lantai. Saat membuka pintu, aku melihat interior rumah paling jadul sedunia. Kamar tamu mungil dengan meja kopi rotan rendah dan sofa kayu di empat penjuru. bahkan lampunya pun masih lampu gantung..
Ah, whatever. Aku cuma mau cari toilet! Instingku bicara, toilet ada di seberang 'kamarku'.
Namun jika dipikir-pikir, rumah ini terlalu sepi. Sekilas melihat jam -yang ada Pendulumnya- masih jam 5 sore. Aneh.. Aku tidak pernah ke toilet tanpa bawa ponselku, tapi yasudahlah. Aku segera beranjak ke toilet yang berjarak delapan meter dari kamar.
Baru seperempat jalan, keanehan semakin terasa. Kok lantainya banyak bercak kaya cat kering? Kok bau amis? Ini bukan darah kan?
Setengah jalan, bau amis berubah semakin mengerikan. Bau bangkai? Yang punya rumah jorok amat sih, mana lalat pada keluar masuk pula. Berarti jelas tadi bukan bercak cat, tapi darah.
Tiga perempat jalan.. HELL! Rasa kebelet pup langsung hilang. Bau bangkai apa nih? Serem bener. Lalatnya tambah banyak juga.
Masih tiga perempat jalan. Aku kini tinggal berjarak dua meter dari kamar mandi horor itu. Baunya mengerikan. Mungkin kaya gini ya kalo jadi Jill Valentine-nya Resident Evil, tapi masih umur 19 taun, tanpa senjata, dan tanpa skill apa-apa. Aku mundur beberapa langkah, lalu kutendang keras-keras pintu kamar mandi itu. Seketika lalat menghambur keluar.


...........................................................

WHAT THE FUCK?!! Seketika perutku seperti dirobek-robek dari dalam. Apa yang kulihat sama persis seperti di game Resident Evil. Satu, dua, tiga sosok berseragam lengkap berwana hijau tergeletak di lantai, bersimbah darah setengah kering. Kondisinya sangat mengerikan. Saling bertumpukan tidak teratur, dan baju penuh lubang. Mungkin bukan baju, itu kulit punggung.
WHO THE FUCK DID THIS?! Jelas sekali jenazah tersebut adalah tentara, yang mungkin dilempar kesana lalu ditembaki sampai hancur. Aku menghindar dari tempat itu, tidak tahan melihatnya. Baru saja melangkah ke kamar, terdengar deru truk dari kejauhan.
Mesin berat itu menggerung semakin dekat, dan berhenti tepat di depan rumah tempatku terdampar. Terdengar beberapa pria melompat turun dari truk, sambil mendendangkan sesuatu, lagu yang belum pernah kudengar, secara serempak. Derap sepatu bot terdengar memasuki pelataran, teras, dan kini kamar tamu. SHIT, aku harus gimana? Keluar, atau tetep sembunyi? Biasanya waktu bingung aku ngetwit, tapi ini... HELL, aku sama sekali tidak bisa berpikir jernih! Takut, cemas, bingung, marah.
Aku melihat sekeliling, aku harus kabur! Instingku bergerak cepat. aku mengamati sekitar, sekiranya ada cara melarikan diri.
Suara para pria bersepatu bot tadi dekat sekali, mungkin sepuluh meter dari tempatku bersembunyi. Mereka ada di kamar mandi! Namun nyanyian mereka lantang dan riang, seperti tidak melihat apa yang ada di dalam situ. Padahal pintu kamar mandi menganga lebar sekali.
DAMN! Aku harus bertindak cepat! Aku mengintip keluar jendela, mungkin truk tadi dapat melihat pergerakanku. Ternyata tidak! Aku melompat keluar jendela. dan dibawah ambang jendela itu ternyata ada sepetak lahan kosong, mirip jendela kamarku di rumah. Aku cepat-cepat sembunyi disitu. Berharap orang-orang tadi tidak menyadari ada orang yang mengetahui keberadaan mereka.
Hei, mereka berhenti bernyanyi, dan berubah menjadi bentakan-bentakan diselingi suara ratapan. Mereka membawa orang lain? Aku duduk merapat dan mendengarkan secara seksama. Mungkin pria-sepatu-bot tadi ada lima orang, dan dua orang yang meratap. Pria-sepatu-bot itu menghardik orang-orang yang mereka bawa, lalu terdengar bunyi pukulan keras. Aw, pasti sakit sekali. Aku heran kenapa mereka berlaku sedemikian keras? Apa sebenarnya salah orang-orang yang mereka bawa tersebut?
Dan tiba-tiba salah seorang pria berkata, berondong saja seperti yang lain. WHAT THE?! Jadi orang2 yang mereka bawa itu tentara?! Aku ingin mendatangi para pria-sepatu-bot dan meninju hidung mereka, tapi terlalu berbahaya. Aku tetap duduk mendengarkan, dan ternyata diam adalah pilihan yang tepat. Karena setelah itu terdengar suara benda -atau orang- jatuh dan rentetan senapan.
FUCK!! SENAPAN ASLI?! GILA! ORANG ORANG INI SAKIT JIWA ATO GIMANA SIH?!
Terdengar jeritan dan lolongan parau dari 'para sandera'. Mereka diberondong senapan otomatis selama 15 detik non stop. 15 detik. Ya. Senapan otomatis macam M16 bisa mengeluarkan 15-30 peluru/detik. 15 detik tembakan nonstop berarti kehancuran. Dan parahnya, setelah tembakan berhenti, para pria-laknat-sepatu-bot tadi terbahak dan mulai berdendang lagi.

...........................................................

Jantungku mencelos. Saking seriusnya aku mendengarkan, aku tidak menyadari ada pria yang berdiri di depan persembunyianku. Kutebak semua pria-laknat-sepatu-bot berpenampilan sama dengan orang ini. Seragam coklat, baret merah, wajah bengis, dan M16. Dan hebatnya lagi, bajingan yang satu ini menatapku tajam sekali, lalu tersenyum keji. Sedetik kemudian lututku ditembus peluru.
Aku berteriak sekeras mungkin. Rasanya perih, panas, segala macam rasa sakit menyatu. Aku diseret si laknat ke dalam rumah. Hebat sekali. Lutut kiriku bolong, diseret sejauh sepuluh meter oleh orang tak beradab, dan sekarang bertambah menjadi enam orang.
Aku hanya bisa meronta dan memaki. JANCUK! ASU SEMUA KALIAN! Namun mereka hanya tertawa dan menendang badan dan kepalaku. Rambutku dijambak, lalu wajahku dihadapkan ke kamar mandi. Darah segar mengucur dari tubuh yang hampir tidak berbentuk lagi. Aku merasa ngeri. Mereka semua berseragam ABRI, yang berarti mereka adalah pejuang bangsa. Lalu siapa para biadab ini??
Kepalaku dibanting dan tubuhku disepak ke lantai yang banjir darah. Seluruh tubuhku terasa nyeri. Kaki kiriku sudah tidak terasa. Mereka menginjak kepalaku hingga wajahku terbenam dalam darah. Mulutku terasa getir, paru-paruku terisi darah. Mereka tertawa lagi. Sekali lagi, wajahku disepak. Kini aku menghadap mereka. Hebat sekali, pikirku. Empat pucuk M16 mengucap salam perpisahan padaku.

...........................................................

Orang bilang waktu nyawa kita lepas, kita bisa melihat kilasan hidup kita dari lahir sampai saat terakhir. Lucu sekali, tiba-tiba aku teringat mainan Tank kado ulang tahun keduaku. Lalu hari pertama masuk SD, SMP, SMA, pertama kali pacaran, segalanya lewat dengan sangat cepat, tapi aku ingat segala detailnya.
Dan aku ingat.. Aku tertidur saat menelpon gebetanku. Aku masih ingat nomor ponselnya. Aku ingat suaranya. Aku ingat segalanya tentang dia. Pertama kali kami bertemu, dua tahun sekelas saat SMA, canda tawa kami, suka duka kami.
Dan aku ingat saat terakhir aku telpon dia. Aku sedang berterus terang tentang perasaanku padanya.
Namun semuanya tiba-tiba terasa kabur. Kepalaku terasa sakit sekali, persis seperti saat aku terbangun di rumah ini. Tujuh detik terakhir hidupku yang tidak maksimal, terpakai hanya untuk flashback, bahkan aku belum mendengar jawaban dari cewek idamanku itu.
Puluhan, mungkin ratusan peluru menyesaki tubuhku, menembus sampai ke lantai..

...................................................

Gelap.. Tentu saja, kau ada di liang kubur, bodoh. Aku berbicara sendiri. Tentu saja gelap. Aku sudah mati..
Tiba-tiba cahaya kecil disertai lagu metalcore mengusikku. DAMN! Kok ada sih yang pasang alarm di dalam kuburan?! eh? ALARM?? HEI, aku bisa bergerak! Dan tanah kuburan ternyata seempuk springbed, dan ada alarm ponsel juga, serasa di kamar.. EH??! Seluruh tubuhku sakit, kepalaku pusing sekali. Oh, berarti aku benar-benar sudah mati. Tapi, INI BENAR BENAR KAMARKU!!
Aku meraih ponselku dan mengecek alarmnya. WOW, JAM 6.00 TANGGAL 1 OKTOBER 2012! AKU MASIH HIDUP!
Aku duduk tegak, masih linglung, tapi sangat lega. Tapi, bagaimana bisa aku masih hidup? Padahal puluhan peluru biadab itu... Aku cek lagi ponselku. Benar, aku masih hidup. Dan..2 Missed Call dan 2 SMS, dari nomor yang aku ingat saat flashback tujuh detik.
Isinya? "Bin??" , "Ketiduran lagi to? Haha yasudah selamat istirahat ya.. Maaf ya Bin.."
Hatiku terbagi. Di satu sisi bahagia masih bisa kontak dengan gebetanku, di sisi lain aku paham apa maksud kata "maaf' di sms itu.
Aku segera membuka Twitterku, hal pertama yang kulakukan setiap hari. Bagaimana aku bisa lupa, ini Hari Kesaktian Pancasila. Berarti malam tadi adalah malam penyerangan G30S/PKI. Tapi semua kejadian berangsur kabur, seiring pulihnya kesadaranku. Aku tidak ingat dimana aku sebelum ini, atau apa yang aku lakukan, atau yang lainnya. Pada akhirnya kuanggap ini hanya mimpi.
Aku pun membalas sms dari cewek idamanku itu. "Iya gpp kok aku paham :) Mungkin aku aja yang kurang maksimal..", sambil tersenyum..

...........................................................
well, ini cerpen fiksi-sejarah kedua saya, yg bertajuk Time Traveler..
Time Traveler adalah sebuah cerpen yg mengangkat tema perjalanan waktu ke hari2 dimana peristiwa bersejarah di Indonesia terjadi..
sebenernya cm iseng2 aja sih bikin update2 di twitter, tp entah kenapa terus keasikan, dan respon temen2 sangat bagus.. jd Time Traveler G30S/PKI adalah karya kedua.. yg waktu 17 Agustus kemarin bikin jg sih, tp tenggelam di Twitter karena belum sempet di copy ><
No comments have been added yet.

Add a Comment: